“Bun, bacain buku yang ini lagi, ya.”

Buku yang sama sudah dibaca beberapa kali, tetapi anak masih ingin mendengarnya. Ayah/Bunda mungkin ingin menawarkan judul baru atau sekalian meminta anak membaca sendiri. Sebelum mengubah kegiatan, coba tanyakan bagian mana yang ingin ia nikmati hari ini.

Membaca bersama di rumah bisa dimulai dari cerita yang dipilih anak, tanpa harus menuntaskan seluruh buku. Ayah/Bunda boleh membacakan, bergantian membaca, atau sekadar membicarakan gambar. Pilih cara yang sesuai dengan kemampuan dan suasana saat itu.

Tujuan kegiatan ini sederhana: menyediakan waktu untuk menikmati cerita dan bercakap bersama. Latihan membaca dapat ditawarkan pada bagian yang anak bersedia coba, tanpa menjadikan setiap halaman sebagai tes.

1. Beri pilihan buku yang benar-benar tersedia

Letakkan dua buku di dekat anak, lalu tawarkan pilihan.

“Hari ini mau cerita tentang kucing atau perjalanan ke pasar?”

Tidak perlu membeli buku baru untuk memulai. Gunakan buku yang ada di rumah atau pinjam dari perpustakaan. Periksa dahulu apakah isi, gambar, dan bahasanya sesuai untuk dibaca bersama ananda.

Jika anak memilih buku yang sama, Ayah/Bunda bisa mengikuti pilihannya. Tanyakan halaman yang ingin dibuka terlebih dahulu. Kalau ia belum mau memilih, tawarkan satu buku dan biarkan ia melihat sampulnya.

2. Mulai dari gambar sebelum membaca tulisan

Sebelum membacakan teks, ajak anak melihat gambar. Gunakan satu pertanyaan yang berhubungan dengan halaman tersebut.

“Di gambar ini, kamu melihat apa?”

Untuk anak TK yang belum membaca mandiri, kegiatan dapat berupa menunjuk tokoh, menyebut benda, atau mendengarkan cerita. Untuk anak SD, tawarkan kesempatan membaca judul atau satu bagian pendek yang ia pilih.

Bila anak menyebut sesuatu yang berbeda dari dugaan Ayah/Bunda, minta ia menunjukkan bagian gambarnya. Tidak semua pertanyaan tentang cerita harus memiliki satu jawaban yang sudah ditentukan.

3. Sisipkan percakapan tanpa memutus setiap kalimat

Saat cerita berlangsung, pilih satu momen untuk berhenti sebentar. Misalnya, tokoh kehilangan bekal atau bertemu teman baru.

“Kalau kamu jadi tokohnya, apa yang ingin kamu lakukan?”

Dengarkan jawabannya, lalu lanjutkan cerita. Jika anak ingin mengetahui kelanjutannya segera, simpan pertanyaan untuk setelah membaca.

Ayah/Bunda juga bisa menghubungkan cerita dengan pengalaman sehari-hari.

“Tokohnya membawa payung. Kemarin waktu kita kehujanan, kita berteduh di mana?”

Percakapan tidak perlu panjang. Hindari menanyakan isi setiap paragraf apabila anak lebih ingin mendengarkan.

4. Tawarkan giliran membaca yang jelas

Jika anak ingin mencoba membaca, sepakati bagian masing-masing. Contohnya, Bunda membaca narasi dan anak membaca ucapan tokoh.

Bunda: “Mau baca kalimat si kucing yang ini?”

Anak: “Yang pendek aja.”

Bunda: “Boleh. Kamu baca bagian ini, lalu Bunda lanjutkan.”

Ketika ada kata yang belum dikenali, tawarkan bantuan: “Mau Bunda bacakan katanya, atau kita coba bersama?” Setelah membantu, lanjutkan sesuai kesepakatan.

Anak boleh kembali mendengarkan ketika tidak ingin meneruskan gilirannya. Pilihan kegiatan membaca mandiri dapat dibahas lagi pada kesempatan lain.

5. Akhiri dengan kegiatan kecil yang dipilih bersama

Setelah membaca, tawarkan satu kegiatan sederhana. Anak bisa menggambar tokoh favorit, menceritakan satu kejadian, atau memilih halaman yang ingin dibuka lagi besok.

“Mau gambar rumah tokohnya, atau ceritakan bagian yang paling kamu suka?”

Jika anak ingin langsung beralih bermain, Ayah/Bunda cukup menutup buku dan menyimpannya bersama. Tidak harus ada tugas tambahan setelah setiap cerita.

Perhatikan hal yang membuat anak tertarik: gambar tertentu, ucapan lucu, atau tema kendaraan. Gunakan catatan sederhana ini ketika memilih bacaan berikutnya, tanpa menganggap satu pilihan akan selalu menjadi kesukaannya.

Coba satu buku malam ini

Siapkan satu buku, tawarkan cara membaca, lalu ikuti percakapan yang muncul. Ayah/Bunda tidak perlu meniru suara semua tokoh atau menjelaskan setiap kata. Jika waktunya terbatas, sepakati beberapa halaman dan tandai tempat berhenti.

Ingin berdiskusi tentang kegiatan membaca ananda? Ayah/Bunda dapat berkonsultasi dengan tim Ayo Cerdas Indonesia mengenai program Calistung. Ceritakan bacaan yang disukai anak dan bagian yang masih membutuhkan bantuan sebagai awal percakapan.