“Bun, aku mau juice!”
Anak mungkin sudah mengenal beberapa kata bahasa Inggris, tetapi belum terbiasa menggunakannya dalam percakapan. Ayah/Bunda dapat mengajak mencoba lewat permainan kedai minuman di rumah. Kegiatan ini memakai situasi yang mudah dibayangkan: ada penjual, pembeli, menu, dan pesanan.
Tidak perlu membeli perlengkapan baru. Dua gelas kosong, kertas menu, dan meja kecil sudah cukup. Fokus kegiatan adalah mencoba meminta sesuatu dan menanggapi lawan bicara, dengan bantuan sesuai kebutuhan anak.
1. Siapkan menu yang sederhana
Buat menu berisi dua atau tiga pilihan, misalnya water, milk, dan juice. Gunakan gambar agar anak yang belum lancar membaca tetap dapat memilih. Gelas boleh tetap kosong selama permainan; anak bisa berpura-pura menyajikan minuman.
Ajak anak menentukan nama kedainya atau menggambar menu. Jika ia lebih tertarik menjadi penjual, ikuti pilihan tersebut. Ayah/Bunda bisa menjadi pembeli terlebih dahulu untuk memberi contoh.
Untuk anak TK, cukup tawarkan dua pilihan. Anak SD yang sudah nyaman dapat menambahkan nama minuman atau menuliskan menu sendiri. Sesuaikan jumlah kata dengan yang sudah dikenalnya, bukan dengan tuntutan harus menguasai banyak kosakata dalam satu sesi.
2. Contohkan cara memesan
Mulai dengan satu kalimat yang dapat digunakan berulang:
“Water, please.”
Jelaskan singkat bahwa kalimat itu digunakan untuk meminta air dengan sopan. Setelah anak memahami situasinya, tawarkan contoh yang lebih lengkap:
“Can I have some water, please?”
Ayah/Bunda tidak perlu meminta anak langsung mengulang kalimat panjang. Ia boleh menunjuk gambar sambil menyebut “water”, kemudian mencoba menambahkan “please” ketika siap.
Jika ragu dengan pengucapan kata tertentu, dengarkan contoh audio dari kamus tepercaya terlebih dahulu. Ayah/Bunda boleh mengatakan, “Kita dengarkan bersama, ya.” Belajar bersama juga dapat menjadi bagian alami dari permainan.
3. Tambahkan respons penjual
Supaya permainan menjadi percakapan, berikan contoh jawaban penjual yang singkat:
“Here you are.”
Pembeli dapat membalas:
“Thank you.”
Lakukan satu putaran dengan pelan. Misalnya, Ayah menjadi penjual dan Bunda menjadi pembeli, lalu anak memilih peran yang ingin dicoba.
Pembeli: “Milk, please.”
Penjual: “Here you are.”
Pembeli: “Thank you.”
Jika bermain berdua, Ayah/Bunda dapat mencontohkan kedua peran terlebih dahulu. Gunakan kartu kecil berisi kalimat sebagai pengingat. Anak tidak harus menghafal sebelum boleh ikut bermain.
4. Tukar peran dan ikuti ide anak
Setelah beberapa pesanan, tawarkan pergantian peran.
“Sekarang Bunda jadi pembeli. Kamu mau jadi penjual?”
Anak boleh mengubah nama kedai, menambahkan meja, atau membuat minuman imajinasi. Ikuti ide yang masih membuat kegiatan mudah dijalankan. Bila kosakata baru muncul, pilih satu yang ingin dicari bersama dan simpan sisanya untuk kesempatan berikutnya.
Untuk anak yang sudah lancar menggunakan contoh awal, penjual bisa bertanya:
“What would you like?”
Pembeli kemudian memilih dari menu. Tidak perlu menambahkan pertanyaan baru jika anak masih membutuhkan bantuan pada percakapan sebelumnya.
5. Bantu tanpa menghentikan permainan
Saat anak lupa kalimat, tunjukkan kartu atau berikan awal katanya. Hindari menjadikan setiap giliran sebagai tes.
Anak: “Juice…”
Bunda: “Juice, please.”
Anak: “Juice, please!”
Bunda: “Here you are.”
Jika anak memakai bahasa Indonesia, tanggapi maksudnya lalu tawarkan contoh bahasa Inggris. Ia boleh mendengarkan dulu dan mencoba pada putaran berikutnya.
Sebutkan tindakan yang terlihat, misalnya: “Tadi kamu menambahkan please saat memesan.” Jika anak ingin berhenti, tutup kedainya bersama. Permainan tidak harus berlangsung lama atau selesai dengan semua kalimat dikuasai.
Buka kedai kecil bersama
Pilih dua minuman, satu kalimat pesanan, dan satu respons penjual untuk dicoba hari ini. Percakapan sederhana sudah cukup menjadi awal kegiatan. Simpan menu agar dapat digunakan kembali ketika anak ingin bermain.
Ingin mengenal kegiatan bahasa Inggris di ACI? Ayah/Bunda dapat berdiskusi dengan tim Ayo Cerdas Indonesia tentang program English Right Brain (ERB). Ceritakan permainan yang disukai ananda dan pengalaman mencoba percakapan di rumah sebagai awal konsultasi.
