“Bun, kalau ‘berdiri’ bahasa Inggrisnya apa?”
Bahasa Inggris dapat dikenalkan melalui gerakan yang sudah dilakukan anak setiap hari. Kata seperti stand up, sit down, open, dan close lebih mudah dipahami ketika langsung disertai tindakan. Ayah/Bunda tidak perlu menyiapkan sesi belajar panjang atau meminta anak menghafal daftar kata.
Pilih dua atau tiga instruksi, beri contoh gerakannya, lalu gunakan dalam permainan singkat. Tujuannya adalah membantu anak menghubungkan kata yang didengar dengan tindakan yang nyata.
Mulai dari dua instruksi
Pilih pasangan kata yang mudah dibedakan, misalnya:
- stand up — berdiri;
- sit down — duduk;
- open the book — buka buku;
- close the book — tutup buku.
Awali dengan mengucapkan instruksi sambil memperagakannya.
“Stand up,” kata Bunda sambil berdiri.
Kemudian ucapkan, “Sit down,” sambil duduk kembali. Ajak anak mengikuti jika ia tertarik. Tidak perlu meminta anak langsung mengucapkan katanya. Mendengarkan dan bergerak sudah menjadi bagian dari kegiatan.
Untuk anak TK, gunakan satu pasangan instruksi dalam beberapa putaran. Anak SD dapat mencoba tiga atau empat instruksi, sesuai kenyamanannya.
Jadikan permainan ikuti gerakan
Setelah memberi contoh, berdirilah berhadapan dengan anak. Sampaikan satu instruksi, lalu beri waktu baginya untuk merespons.
“Touch your head.”
Jika anak belum memahami, sentuh kepala Ayah/Bunda sendiri sebagai petunjuk. Setelah beberapa putaran, kurangi contoh gerakannya agar anak dapat mendengarkan kata.
Ayah/Bunda dapat memakai gerakan sederhana lainnya:
- clap your hands — tepuk tangan;
- turn around — berputar;
- raise your hand — angkat tangan;
- walk slowly — berjalan pelan.
Pilih gerakan yang aman dan sesuai ruang. Hindari berlari atau melompat jika lantai licin atau tempatnya sempit.
Tukar peran dengan anak
Setelah anak mengenal beberapa instruksi, tawarkan pergantian peran.
“Sekarang kamu yang memberi instruksi. Ayah yang bergerak.”
Anak boleh melihat kartu kata atau meniru ucapan Ayah/Bunda. Jika ia hanya mengatakan satu kata, seperti “stand”, tanggapi maksudnya dan berikan contoh lengkap:
“Stand up? Oke, Ayah berdiri.”
Dengan menjadi pemberi instruksi, anak mendapat kesempatan memakai kata dalam percakapan. Namun, tidak perlu terus membetulkan setiap pengucapan. Pilih satu contoh yang jelas, lalu lanjutkan permainan agar alurnya tetap nyaman.
Masukkan ke rutinitas sehari-hari
Kata yang sama dapat digunakan kembali saat kegiatan nyata. Ketika akan membaca, Ayah/Bunda bisa berkata:
“Open the book, please.”
Saat selesai:
“Close the book, please.”
Di meja makan, gunakan “Sit down, please.” Ketika bersiap mengambil barang, gunakan “Stand up.”
Sampaikan dalam konteks yang jelas dan tetap gunakan bahasa Indonesia jika anak membutuhkannya.
“Close the book, ya. Bukunya kita tutup dulu.”
Pengulangan tidak harus berbentuk latihan khusus. Kata dapat muncul secara alami dalam rutinitas keluarga.
Tanggapi saat anak keliru
Jika anak melakukan gerakan yang berbeda, ulangi instruksi sambil memberi petunjuk.
Bunda: “Raise your hand.”
Anak: menyentuh kepala.
Bunda: “Raise your hand—angkat tangan seperti ini.”
Setelah anak mengikuti, lanjutkan permainan tanpa memperpanjang koreksi. Bila ia terlihat bingung dengan beberapa kata sekaligus, kembali ke dua instruksi yang sudah dikenal.
Ayah/Bunda dapat menyebut usaha yang terlihat:
“Tadi kamu mendengarkan ‘open the book’ lalu membuka bukunya.”
Kalimat ini menjelaskan tindakan anak secara konkret.
Akhiri sebelum anak bosan
Permainan cukup berlangsung lima sampai sepuluh putaran. Tanyakan gerakan mana yang ingin diulang.
“Mau satu putaran lagi atau selesai?”
Jika anak ingin berhenti, tutup dengan satu instruksi yang sudah dikuasai, lalu berikan apresiasi. Simpan kartu atau daftar kata untuk digunakan kembali pada hari lain.
Besok, Ayah/Bunda bisa memakai kata yang sama dalam rutinitas. Setelah terasa familiar, tambahkan satu instruksi baru. Sedikit kata yang digunakan berulang lebih mudah dibawa ke percakapan daripada banyak kata yang hanya disebut sekali.
Jika Ayah/Bunda ingin mengenal kegiatan bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan ananda, tim Ayo Cerdas Indonesia siap diajak berdiskusi tentang program English Right Brain (ERB). Ceritakan gerakan dan permainan yang disukai anak sebagai awal konsultasi.
