Mulai dari Kalimat “I Like” dan “I Don’t Like”

Saat sarapan, anak mungkin berkata, “Aku suka pisang, tapi tidak suka pepaya.” Percakapan ringan seperti ini bisa menjadi kesempatan mencoba bahasa Inggris tanpa mengubah waktu makan menjadi sesi ujian.

Ayah/Bunda dapat mengenalkan dua pola pendek: “I like…” untuk menyatakan suka dan “I don’t like…” untuk menyatakan tidak suka. Fokuskan kegiatan pada keberanian menyampaikan pilihan, bukan pada jumlah kosakata yang berhasil dihafalkan.

1. Pilih Gambar Makanan yang Akrab

Siapkan empat sampai enam gambar makanan yang dikenal anak. Gambar dapat dibuat sendiri di kertas, dipotong dari kemasan yang bersih, atau dilihat dari buku. Hindari menggunakan makanan sungguhan hanya untuk dibuang setelah permainan.

Mulailah dengan dua atau tiga kata, misalnya:

  • banana — pisang
  • rice — nasi
  • milk — susu

Sebutkan satu per satu sambil menunjuk gambarnya. Jika Ayah/Bunda belum yakin dengan pengucapan sebuah kata, cek contoh audio dari kamus tepercaya terlebih dahulu. Tidak perlu menambahkan banyak kata baru dalam satu permainan.

2. Beri Contoh dari Pilihan Ayah/Bunda

Ambil satu gambar, lalu ucapkan, “I like bananas,” yang berarti “Saya suka pisang.” Ambil gambar lain dan katakan, “I don’t like milk,” jika itu memang sesuai dengan pilihan Ayah/Bunda.

Jelaskan bahwa kalimat tersebut digunakan untuk bercerita tentang kesukaan, bukan untuk menebak jawaban yang dianggap benar. Setelah memberi contoh, tanyakan:

“Kalau kamu, suka yang mana?”

Anak boleh menjawab dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Tanggapi maksudnya, kemudian contohkan kalimat bahasa Inggris: “Oh, kamu suka nasi. Kamu bisa bilang, ‘I like rice.’”

3. Buat Dua Tempat Pilihan

Siapkan dua lembar kertas. Tuliskan I LIKE pada kertas pertama dan I DON’T LIKE pada kertas kedua. Bacakan kedua tulisan tersebut, lalu letakkan berjajar.

Ajak anak menempatkan gambar sesuai pilihannya. Setiap kali ia meletakkan gambar, tawarkan kalimat yang cocok.

“Pisang masuk ke bagian *I like*. Mau bilang, ‘I like bananas’?”

Jika anak hanya mau menyebut “banana,” terima bagian yang sudah dicobanya. Ayah/Bunda dapat mengulang bentuk lengkap secara alami tanpa memintanya mengucapkan berkali-kali.

Jangan memperdebatkan pilihan anak. Kesukaan makanan dapat berbeda, dan jawaban “tidak suka” bukan kesalahan dalam permainan bahasa.

4. Tambahkan Pertanyaan Sederhana

Setelah beberapa putaran, Ayah/Bunda dapat bertanya, “Do you like bananas?” Jelaskan artinya: “Apakah kamu suka pisang?”

Berikan dua pilihan jawaban:

  • “Yes, I do.” — Ya, saya suka.
  • “No, I don’t.” — Tidak, saya tidak suka.

Gunakan pertanyaan yang jawabannya sudah terlihat dari pengelompokan gambar. Hal ini membantu anak menghubungkan pertanyaan dengan pilihannya.

Jika ia mencampur bahasa, seperti “No, aku nggak suka,” lanjutkan percakapannya: “No, I don’t. Kamu tidak suka, ya.” Tidak perlu menghentikan permainan untuk memperbaiki setiap bagian sekaligus.

5. Bergantian Menjadi Penanya

Tukar peran ketika anak mulai nyaman. Biarkan ia memilih gambar dan bertanya kepada Ayah/Bunda. Ia boleh membaca dari kartu kecil bertuliskan “Do you like…?” lalu menambahkan nama makanan.

Contohnya:

Anak: “Do you like rice?”

Bunda: “Yes, I do. I like rice.”

Jika anak lupa susunan kalimat, tunjuk kartu bantu tanpa langsung mengambil alih. Tunggu beberapa detik dan berikan awal kalimat bila diperlukan.

Permainan juga bisa dilakukan bersama saudara, tetapi hindari menghitung siapa yang paling banyak menjawab dalam bahasa Inggris. Setiap anak boleh mendapat giliran dan bantuan yang berbeda.

Gunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Pada kesempatan lain, gunakan kembali satu kalimat saat memilih camilan atau menyiapkan bekal. Jangan memaksa anak mencoba makanan yang tidak disukainya demi latihan bahasa. Kegiatan ini membahas cara menyatakan pilihan; aturan makan keluarga tetap dapat dibicarakan secara terpisah.

Ayah/Bunda bisa menceritakan kepada pengajar ACI kata atau kalimat yang sudah berani dicoba anak. Mulailah dari dua gambar dan satu kalimat pendek. Percakapan sederhana yang berulang dapat memberi anak kesempatan menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan sesuatu yang benar-benar ia pikirkan.