Faktor Pendukung dan Penghambat Kelancaran Bicara Anak

Belajar bicara merupakan tahapan perkembangan penting dalam kehidupan anak. Dengan bicara, anak dapat memahami dunia dan orang disekitarnya. Setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda dalam perkembangannya. Orang tua memiliki peran penting dalam masa ini. Berikut hal-hal yang mendukung dan menghambat kelancaran bicara anak usia dini seperti dikutip Sahabat Keluarga dari Keluarga Kita.

Hal-hal yang mendukung kelancaran bicara :

1. Mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan bersama anak, terutama yang melibatkan bicara secara rutin. Misalnya membacakan buku setiap malam sebelum tidur.

2. Bereaksi dengan cepat dan tepat terhadap kebutuhan anak, misalnya ketika anak yang belum lancar bicara menunjuk sebuah benda, orang tua harus segera menanggapi dengan mengajaknya bicara.

3. Berbicara dengan “sepenuh hati sepenuh tubuh”. Tatap mata dan hadapkan tubuh ke anak ketika sedang berbicara dengan mereka.  Anak akan mengetahui kapan orang tua benar mendengarkan dan kapan tidak menaruh perhatian.

4. Bernyanyi bersama secara rutin. Kenalkan anak dengan berbagai musik dan lagu. Bernyanyi secara tidak langsung melatih anak mendengar kosakata baru.  Anak belajar bahasa dengan cara yang menyenangkan.

5. Mengetahui minat anak. Ketika anak sedang bermain atau memegang sesuatu yang ia suka, orang tua dapat mengucapkan nama, warna dan bentuk benda tersebut. Misalnya ketika anak sedang memegang sendok, orang tua dapat mengatakan “ini sendok”, “sendok makan” atau “sendok merah”.

6. Berikan anak kesempatan bicara, tidak mendominasi dan menyalahkan. Walaupun bicara anak belum dapat dipahami, orang tua sebaiknya berespon positif misalnya dengan mengucapkan “oh iya…”, “wah…senang sekali”, “coba ibu lihat…”. Anak perlu merasa percaya diri dengan kata-kata yang diucapkannya.

Seringkali orang tua mengatakan bahwa anak mereka “ngerti semua kok cuma belum keluar aja kata-katanya…”.  Harus dipahami perbedaan anak yang telat bicara tapi akhirnya bisa bicara tanpa intervensi dengan anak yang memang memiliki masalah bicara.  Disinilah orang tua harus sensitif mengenai perkembangan bahasa anak dan hal-hal apa yang menghambat bicaranya.

Hal-hal yang menghambat kelancaran bicarb (speech delay):

1. Anak ditanggapi seperlunya (divided attention). Ketika anak membutuhkan perhatian dan ingin bicara, orangtua membagi perhatiannya dengan hal lain. Biasanya orangtua kesulitan dalam meninggalkan aktivitasnya.

2. Penggunaan gadget oleh anak tanpa interaksi dengan orang tua. Penggunaan TV/gadget yang berlebihan dan tidak mendapat pendampingan dari orang tua sama sekali, tidak akan membantu anak menjadi lancar bicara.

3. Faktor fisiologis, misalnya kelainan organ bicara (meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan rahang bawah) dan masalah gangguan pendengaran.

Orang tua harus peka dalam mendeteksi gangguan dan mencari penyebab ketika anak mengalami keterlambatan dan tidak menunjukkan perkembangan bicara.

4. Mutism selektif, adalah ketika anak tidak mau bicara pada suatu keadaan, misalnya di sekolah atau dengan orang tertentu. Sebaliknya anak bisa saja memilih ia hanya mau bicara pada siapa, biasanya pada orang yang lebih tua.  Mutism selektif mulai terlihat pada usia 3-5 tahun.  Keadaan ini dapat dikaitkan dengan gangguan motivasi atau neurosis.

5. Bicara gagap. Pada masa perkembangan, usia prasekolah, 5% anak mengalami bicara gagap. Hal ini masih dianggap wajar bila berkaitan dengan anak bicara karena terlalu bersemangat, terlalu lelah atau ingin mendominasi pembicaraan.  Ada beberapa hal yang mempengaruhi anak gagap yaitu:  pengaruh genetik (dimana ada anggota keluarga lain yang juga gagap) dan pola asuh atau pengaruh lingkungan (termasuk sikap dan harapan orang tua yang berlebihan sehingga menyebabkan anak merasa stress dan tertekan).

6. Gangguan artikulasi, yaitu anak mengalami gangguan dalam pelafalan kata (menghilangkan, mengganti dan menambah bunyi). Contoh anak mengucapkan “du” bukan “dua”, “seri” bukan “three”, “kubsi” bukan “kursi” dan “tambal” bukan “sambal”.

About Author

Related posts

Cara Menghadapi Buah Hati Setelah Orang Tua Berpisah

Tidak ada yang mau mengalami perpisahan, tapi dalam hubungan rumah tangga hal ini mungkin saja terjadi. Ketika masalah perceraian tak bisa dihindari, anak-anak yang akan menjadi korbannya. Sayangnya, tidak semua orangtua peka terhadap hal ini, hingga akhirnya memengaruhi si kecil. Ya, ada cara tersendiri yang mesti dilakukan oleh orangtua...

Read More

Langkah Efektif Mendidik Remaja

Mendidik anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan pengetahuan, cara yang tepat serta proses panjang untuk mendidik anak sesuai dengan karakternya, khususnya saat anak sudah remaja. Rentang Waktu Usia Remaja Fase remaja dimulai sejak usia balig. Laki-laki umumnya terjadi saat memasuki usia 13—22 tahun,...

Read More

10 Teknik Agar Anak Berjiwa Wirausaha

Kadang Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: