Bolehkah Si Kecil Pakai Benang Gigi

Gigi berlubang sangat sering terjadi pada anak-anak. Selain membatasi makanan manis, Anda juga perlu melatih si kecil untuk membiasakan diri menjaga kesehatan dan kebersihan gigi sejak dini. Anda bisa mengajari anak menyikat gigi dengan benar dan memakai benang gigi. Namun, kapan anak boleh memakai benang gigi (flossing)?

Membersihkan plak yang menempel di gigi bisa jadi tidak cukup hanya dengan menyikat gigi. Terutama membersihkan plak yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, yaitu di sela-sela gigi. Jika ingin plak hilang dan gigi benar-benar bersih, Anda butuh benang gigi.  Selain membersihkan plak, benang gigi juga bisa membuat gigi lebih berkilat, mengurangi bau mulut, dan mencegah bakteri mulut berkembang biak tanpa kendali yang menyebabkan penyakit gusi.

Namun, menggunakan benang gigi mungkin agak sulit bagi si kecil, apalagi jika ia harus menggunakannya sendiri. Namun, si kecil juga harus diajari menggunakan benang gigi supaya bisa belajar menjaga mulutnya dan tetap bersih.

Dikutip dari laman Stanford Children Health, anak sudah boleh memakai benang gigi ketika usia 2 sampai 3 tahun.  Untuk mengetahui apakah anak memerlukan benang gigi, Anda bisa mencoba tes sederhana.

Jika Anda melihat tidak ada ruang antargigi, Anda bisa menggunakan benang untuk membersihkannya. Sebaliknya, jika Anda melihat adanya ruang antara gigi, jangan lakukan flossing. Benang bisa mengenai dan melukai gusi si kecil.

Pada usia ini, si kecil perlu bantuan Anda untuk menggunakan benang gigi. Namun, ketika ia sudah menginjak usia 6 sampai 9 tahun, ia sudah bisa melakukan flossing gigi sendiri. Akan tapi Anda perlu mengawasi anak sampai ia benar-benar sudah bisa melakukannya dengan benar.

Lalu, bagaimana caranya membersihkan gigi dengan flossing?

Sebelum Anda menerapkan flossing sebagai cara untuk membersihkan gigi, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter gigi. Dokter akan memperlihatkan teknik flossing yang benar. Salah satu caranya adalah metode spool (finger-wrap) dan metode loop.

Untuk metode spool, potong benang panjangnya kira-kira 45 sampai 50 cm. Lilitkan ujung benang beberapa kali pada jari telunjuk Anda. Selanjutnya, gesekkan benang di sela antargigi dengan gerakan naik turun dan membentuk huruf C.

Sementara untuk metode loop, potong benang panjangnya 45 cm. Kemudian ikat ujungnya membentuk sebuah lingkaran. Masukkan jari kecuali jempol Anda pada benang yang sudah terikat. Lalu gesekkan benang di sela antargigi dengan gerakan ke atas dan ke bawah.

About Author

Related posts

Melatih Anak Berani Berangkat Sekolah Sendiri

Memilih sekolah anak yang dekat dari rumah memiliki banyak keuntungan. Kita tidak perlu tergesa-gesa lebih pagi untuk menghindari kemacetan di jalan demi mengantarkan anak pergi ke sekolah agar tidak terlambat. Kita juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk biaya transportasi. Nah, Ketika anak sudah mulai terbiasa, kita bisa...

Read More

Cara Terbaik Mengajarkan Anak Membaca

Membaca tidak hanya memperkaya wawasan dan pengetahuan, membaca juga mengasah imajinasi dan melatih berempati. Banyak penelitian melaporkan bahwa hobi membaca dapat membuat hidup kita jadi lebih bahagia. Nah, agar gemar membaca kebiasaan membaca bisa mulai ditanamkan sejak kecil. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca? 1. Pastikan sudah mengenal...

Read More

Kapan Anak Siap Ditinggal Sendiri di Rumah?

Urusan pekerjaan kadang membuat orangtua harus meninggalkan anaknya di rumah, masalahnya jika tidak ada pengasuh atau anggota keluarga lain yang bisa menjaganya, anak pun tinggal seorang diri di rumah. Memikirkan anak sendirian dalam waktu lama tentu membuat orangtua cemas dan khawatir. Nah, apa saja yang perlu dipertimbangkan jika harus...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: