Ini Kesalahan Orang Tua Yang Membuat Anak Malas Belajar

Orang tua yang mengetahui anaknya malas belajar mungkin akan merasa kesal. Sebagai orangtua, mungkin juga merasa gagal. Kebanyakan orang tua menyalahkan anak yang malas dan menganggap bahwa kondisi tersebut terjadi karena kebiasaan buruk anak atau pengaruh yang tidak baik dari teman-temannya. Padahal bisa saja perilaku anak yang malas dipengaruhi oleh orangtua.

Lalu apa saja perilaku orang tua yang tanpa disadari membuat anak malas belajar? Coba renungkan apakah hal-hal ini ada pada diri Anda atau tidak:

Terlalu menekan anak

Ada perbedaan besar antara mendukung anak dengan memaksa anak untuk belajar. Orangtua yang selalu mendukung anak tahu bahwa anak, layaknya manusia pada umumnya, memiliki rasa lelah. Mereka butuh bermain, mereka butuh beristirahat, bahkan mereka juga tak bisa selalu mendapatkan nilai yang bagus.

Sementara itu, orang tua yang hobi memaksa anak menganggap bahwa hanya dengan belajar keras tanpa kenal lelah lah maka anak bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Tegaskan pada anak untuk belajar sesuai waktunya, tetapi izinkan juga anak untuk bermain. Tidak selamanya bermain itu memiliki konotasi negatif kok. Kadang, saat bermain, anak-anak juga bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru yang amat berguna untuk menunjang kehidupannya di masa mendatang.

Hanya menyuruh, tanpa mengajari

Ada banyak orang tua yang hanya menyuruh anak untuk belajar, memarahinya saat mendapat nilai jelek, tapi sama sekali tidak pernah membantu anak untuk belajar. Orang tua tipe ini pada saat ditanya oleh anak mengenai materi pelajaran mereka selalu menjawab tidak tahu dan malah menyalahkan anak.

Bila anak malas belajar karena kondisi ini, jelas orang tua memiliki kesalahan yang besar. Anak-anak memang harus belajar, tetapi begitu pula orangtua. Ketika Anda memutuskan untuk menjadi orang tua berarti Anda telah memutuskan untuk menjadi murid baru kehidupan ini.

Pelajarilah apa yang anak-anak Anda pelajari di sekolah. Bantu mereka semampu Anda dan selalu mencoba untuk mencari tahu apa yang mereka tanyakan. Jangan cuek dan jangan juga rasa malas untuk mencari informasi. Lagipula, seiring dengan perkembangan zaman, mencari informasi pun semakin mudah kok, termasuk informasi terkait mata pelajaran yang harus dipelajari anak.

Terlalu sibuk

Ada banyak orang tua yang tidak punya waktu untuk anak-anaknya karena sibuk untuk mencari uang. Memang  untuk membesarkan anak kita membutuhkan dana yang cukup. Namun Anda harus bisa menyeimbangkan antara karier dan juga kebutuhan anak.

Bila anda memiliki kesibukan di hari Senin dan Jumat, cobalah untuk berfokus pada anak anda di hari Sabtu dan Minggu, atau sepulang Anda bekerja. Orangtua yang terlalu sibuk kadang membuat anak menjadi kehilangan motivasi untuk belajar. Mereka berpikir bahwa orangtua tidak perhatian dengan mereka. Jadi, untuk apa mereka harus berprestasi kalau orang tuanya sendiri tidak terlalu perhatian?

Hobi bertengkar

Orang tua yang tidak harmonis akan membuat anak merasa malas untuk menjalani semua hal terlebih belajar. Perasaan tertekan, stres, dan tidak bisa fokus akan timbul pada diri anak. Bila Anda memiliki masalah dengan pasangan coba selesaikan di belakang.

Misalnya, saat anak-anak sekolah, saat anak-anak tidur, atau saat dia sedang bermain. Jangan membiasakan diri bertengkar di depan anak bila tak ingin anak malas belajar.

Hobi mengeluh

Anda memiliki banyak masalah? Sebaiknya jangan semuanya diutarakan kepada anak. Mengatakan semua masalah Anda setiap hari kepada anak justru akan menurunkan semangat anak untuk belajar. Anak merasa bahwa orangtuanya tidak mampu untuk menunjang kehidupannya dan kehadirannya hanya menyusahkan saja. Wajar bila kondisi ini membuat anak malas belajar.

Itulah beberapa perilaku orang tua yang buat anak malas belajar. Sebelum terlambat, yuk hindari perbuatan-perbuatan tersebut. Anda tidak mau bukan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan juga tidak semangat dalam mengejar cita-citanya?

About Author

Related posts

Dampak Buruk Memanjakan Anak dengan Mainan

Sebagai orangtua, kita ingin anak selalu bahagia, bukan berarti caranya harus selalu dengan memberikan mainan berlebih. Sebab, memanjakan anak dengan mainan bisa berdampak buruk dan mengganggu beberapa aspek dalam tumbuh kembangnya. Dilansir dari euphonymag.com, ada empat dampak buruk yang bisa terjadi bila anak memiliki terlalu banyak mainan. 1. Daya...

Read More

Mendidik Tanpa Membuat Anak Stres

Mendidik anak agar selalu bahagia tidak harus memberinya kemewahan dan bantuan-bantuan. Malah kalau terlalu memanjakannya, anak akan sulit tumbuh menjadi pribadi yang mandiri di masa depan. Memberikan masa kecil yang bahagia sangat penting agar anak nanti bisa tumbuh jadi orang sukses dan tidak gampang stres. Sebagai orangtua, kita bisa...

Read More

Kesuksesan Anak Dimulai Dari Rumah

Orangtua tentu akan bangga bila anak-anak nya berhasil meraih prestasi. Kesuksesan anak bisa dimulai dari kebiasaan anak di rumah. Karena itu orang tua paling tidak bisa memilih tempat tinggal dan lingkungan yang baik, sekolah yang tepat, dan kesempatan anak untuk berkembang dalam populasi yang ramah. Sebagai orangtua, Anda harus...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: