Anak malas belajar materi sekolah bisa dikatakan wajar, karena setiap anak yang baru memasuki jenjang pendidikan formal umumnya memang lebih suka bermain. Tapi memarahi anak bukan solusi yang baik dari masalah ini. Untuk mengatasi kemalasan anak ada baiknya Anda perlu mengetahui apa penyebab anak malas belajar. Berikut ini 5 penyebab anak malas belajar.

Cara Belajar

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, begitu pula cara belajarnya. Ada beberapa orang yang lebih suka belajar sambil mendengarkan musik, tapi ada juga yang hanya bisa belajar dalam kondisi hening. Nah, mungkin cara belajarnya yang perlu diubah sehingga ia bisa lebih rajin belajar.

Akibat cara belajar yang salah, materi sulit masuk dan terasa membosankansehingga anak malas belajar. Anda mungkin bisa memberikan pemahaman pada anak tentang macam-macam metode belajar. Setelah itu mungkin anak akan menjadi kreatif untuk mencari tahu sendiri cara belajar yang diinginkan.

Masalah Pribadi

Meskipun masih kecil, jangan pernah menyepelekan masalah anak. Orang tua yang baik adalah mereka yang mau mendengar dan menjadi sahabat dekat anak.

Mungkin bagi orang tua, masalah yang dialaminya tergolong ringan, tapibagi anak masalah itu mungkin dianggap serius dan membebani. Bukan hanya malas belajar, kalau masalah yang dialami terus berlarut-larut tanpa penyelesaian yang baik, hal itu akan berdampak pada psikologi dan tumbuh kembang anak.

Kalau sudah begitu masalah akan semakin lebar dan sulit untuk diatasi. Untuk itu, kedekatan orang tua dan anak sangat penting yang dapat membantu pemecahan masalah sehingga anak dapat rajin belajar.

Tidak Merasa Nyaman dengan Lingkungan atau Pelajaran

Lingkungan tempat belajar juga menjadi alasan penting anak malas belajar, seperti rumah yang berada di pinggir jalan raya dapat mengganggu konsentrasi anak akibat kebisingan suara kendaraan yang melintas.Hal ini yang akan mengakibatkan anak malas belajar. Atau bisa juga karena lampu belajar yang redup dan membuat mata sakit saat akan membaca di malam hari.

Atau bisa juga anak malas belajar karena pelajarannya membosankan atau terlalu sulit baginya. Ini tugas orang tua dan guru untuk setidaknya memberikan pemahaman bahwa tidak ada pelajaran yang sulit. Mungkin cara mengajar yang perlu diubah agar tidak membosankan atau terlihat sulit.

Fasilitas Berlebih

Memberikan fasilitas pada anak boleh saja, asal masih dalam batas wajar. Memberikan fasilitas berlebih seperti ponsel dan laptop saat belum genap 17 tahun adalah salah satu fasilitas berlebih. Dengan cara itu justru anak akan menjadi malas belajar dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai mereka. Yang dibutuhkan bukan fasilitas, tapi perhatian Anda secara personal.

Pacaran

Bahkan mahasiswa atau murid SMA sedikit banyak akan mengganggu belajar apabila pacaran. Meskipun sebagian besar sudah dewasa dan mengerti bagaimana harus mengatur waktu. Lalu bayangkan kalau itu terjadi pada anak SMP, bahkan SD?

Solusi terbaik mungkin adalah dengan melakukan pendekatan yang lebih pada anak Anda. Bisa saja mereka sedang butuh perhatian tapi karena itu tidak didapat dari orang tua, mereka mencari perhatian di tempat lain.

Banyak hal yang menjadi penyebab anak malas belajar, tapi untuk tahu alasan sebenarnya Anda harus melakukan pendekatan langsung. Bisa saja ternyata ada hal yang yang tidak terduga membuat mereka malas.

About Author

Related posts

Kenali Sindrom Klinefelter pada Balita

Mungkin masih terdengar asing di telinga para masyarakat, sindrom Klinefelter pada balita sebenarnya termasuk kondisi genetik yang cukup umum terjadi pada anak laki-laki. Di mana sindrom Klinefelter terdapat lebih sedikit testosteron, sehingga memengaruhi tingkat kesuburan pada sang anak. Sementara ciri khas sindrom ini ialah memiliki tubuh tinggi dan kemampuan...

Read More

Tips Selamatkan Anak dari Polusi Udara di Ibu Kota

Kualitas udara saat ini semakin tercemar. Berdasarkan data AirVisual, per hari Kamis, 23 Agustus 2019, Jakarta menempati posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Tidak hanya data yang membuktikan, warga Jakarta juga merasakan perubahan yang nyata. Langit yang biasanya berwarna biru kini terasa mendung sepanjang waktu....

Read More

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: