7 Cara Mengatasi Masalah Ngompol pada Anak

Saat anak masih bayi, kebiasaan ngompol pada anak masih dianggap normal. Namun, apabila anak di atas usia 6 tahun masih mengompol, tentunya kita sebagai orang tua akan merasa resah dengan situasi seperti ini.

Apalagi jika si anak sebenarnya juga anak yang baik-baik saja dan penurut. Kebiasaan mengompol tanpa disadari menjadikan anak kurang percaya diri di depan teman-temannya. Berikut 7 kiat mengatasi kebiasaan masalah ngompol pada anak:

7 Cara Mengatasi Masalah Ngompol pada Anak
7 Cara Mengatasi Masalah Ngompol pada Anak

Pertama

Orang tua harus selalu berkomunikasi dengan anak tentang apa yang ia rasakan setiap harinya, baik di rumah maupun di sekolah. Beberapa anak mengompol ternyata mengalami gangguan psikologis seperti rasa takut, khawatir, atau tidak nyaman di lingkungan sekolah atau rumahnya. Sebagian lainnya, mengalami rasa tidak bahagia karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya. Atau faktor kelelahan dengan padatnya aktifitas sehari-hari yang juga bisa menyebabkan anak mengompol.

Kedua

Jangan memberikan hukuman pada anak saat ia belum berhasil mengatasi kebiasaan mengompolnya. Berilah selalu semangat dan dorongan kepada anak, yakinkan kepada anak bahwa kebiasaan mengompolnya akan hilang jika kita mau bersungguh-sungguh mengubahnya, karena menghukum anak saat mengompol hanya akan meninggalkan trauma pada diri anak dan berakibat anak menjadi kurang percaya diri dalam bergaul.

Ketiga

Ajak anak untuk membiasakan diri membuang air kecil sebelum tidur dan mengurangi minum berlebihan saat hendak tidur, karena pada beberapa anak, volume kemih yang diproduksi pada malam hari cukup banyak, sehingga kandung kemihnya penuh.

Keempat

Orang tua harus memahami waktu anak biasa mengompol. Pada jam-jam tersebut disetel dering alarm pengingat, agar anak bisa bangun untuk membuang air kecil, sebelum kebiasaan waktu mengompol datang. Dengan metode dering alarm pengingat, biasanya akan terlihat hasilnya setelah alat digunakan selama dua pekan atau beberapa bulan.

Kelima

Ciptakan suasana rileks pada anak sebelum tidur. Orang tua bisa memijat ringan dan lembut pada tubuh anak, agar urat-urat syaraf dan tubuhnya bisa relaks dan sentuhan orang tua dapat memberikan suasana nyaman pada anak. Membacakan dongeng anak sebelum tidur juga bisa membawa suasana yang rileks untuk anak.

Keenam

Ajak anak untuk selalu berdoa dan berikrar dengan meyakinkan pada diri anak bahwa dia bisa menghentikan kebiasaan mengompol.

Ketujuh

Apabila dalam waktu yang sudah cukup lama anak berhasil menghilangkan kebiasaan mengompolnya, berilah anak hadiah atas hasil dari usaha keras yang sungguh-sungguh ia jalankan.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Perundungan Yang Terjadi Pada Anak-Anak

Ikuti berbagai akun media sosial kami untuk mendapatkan berbagai info menarik seputar dunia parenting anak dan pendidikan anak.

Instagram ACI Offline : @ayocerdas_id

Instagram ACI Online : @ayocerdas_online

Youtube : Ayo Cerdas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.