Stres tidak hanya dimiliki orang dewasa, anak kecil juga bisa stress, misalnya saat nilai ulangan jelek, dimarahi teman atau melakukan kesalahan dan sebagainya. Bisa juga karena ditekan orang tuanya harus mendapat nilai bagus, harus menduduki peringkat 10 besar, menjadi juara di bidang seni maupun olahraga, dan sebagainya.

Mungkin kita tahu atau ingat adanya kasus pengeroyokan yang dilakukan siswa SD terhadap teman sebayanya. Para pelaku pengeroyokan itu bisa jadi sedang mengalami stres dan tak tahu harus bagaimana mengakhirinya. Akibatnya mereka melampiaskan kebingungan itu dengan memukuli seorang teman sekolah hingga cedera bahkan tewas.

Orang tua sebaiknya tahu dan mengenali, kapan anaknya stress dan paham bagaimana menghadapinya agar si anak tidak stress berkepanjangan dan dikhawatirkan tidak terkendali.

Ada beberapa cara yang muingkin bisa dicoba orang tua untuk menurunkan stress pada anak, yaitu:

Ciptakan rasa aman di rumah

Rumah adalah tempat berlindung bagi seorang anak. Bila anak merasa aman dan nyaman di rumah dan memiliki tempat bersandar ketika mereka menghadapi persoalan, stress mereka sedikit demi sedikit akan berkurang.

Berikan candaan yang ringan

Cobalah lontarkan humor atau candaan yang ringan, memutar musik kesukaan dan melakukan aktifitas bersama, seperti makan malam atau jalan-jalan di akhir pekan.

Mendongeng

Dongeng merupakan cara terbaik untuk menjalin kedekatan dengan anak. Jika pendekatan Anda berhasil bisa jadi ia akan angkat bicara tentang problema yang dihadapinya. Jika tidak, tidak apa-apa. Ceritakan saja kisah tentang para superhero yang kadang-kadang mengalami kekalahan dan masalah serta cara para pahlawan menyelesaikannya.

Biarkan anak bermain

Cobalah membiarkan atau bahkan menganjurkan anak untuk bermain lebih lama dari biasanya. Bermain biasanya membuat anak gembira dan melupakan masalah yang dihadapinya. 

Menumbuhkan kemampuan menyelesaikan masalah

Orang tua dengan anak yang lebih dewasa dapat mulai mengajarkan tentang bagaimana anak harus bersikap terhadap masalah.  Lalu bantu mereka membayangkan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Pertanyaan terbuka seperti, “Apa pendapatmu tentang hal ini?” akan memancing mereka untuk memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah.

Menjadi contoh yang baik

Anak biasanya selalu mencontoh orang tuanya, dalam hal apapun. Jadi, bersikaplah bijaksana ketika Anda sedang tertekan akibat masalah pekerjaan karena hal itu akan mempengaruhi sikap anak ketika mereka sedang menghadapi masalah.

About Author

Related posts

Ajak Anak Berenang Saat Puasa? Ada Aturannya

Mengajari anak berpuasa harus dibarengi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Enggak cuma sebatas mengubah jadwal makan dan tidur, namun ada beberapa kebiasaan lain yang juga harus di tahan saat puasa Ramadhan. Selain itu, Bunda juga harus pintar mencari kegiatan untuk si kecil agar enggak mudah bosan menunggu waktu berbuka puasa....

Read More

Manfaat Membiarkan Anak Bermain Sendirian

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan...

Read More

Konsumsi Gula Mempengaruhi Otak Anak

Siapa sih yang tak suka gula? Terlebih anak-anak, biasanya hobi banget kan, Bun, mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Tapi, sebagai orang tua kita perlu tahu bahwa konsumsi gula punya pengaruh pada otak anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kadar gula yang tinggi bisa berefek negatif pada otak anak, mulai dari...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: