Beberapa orang tua baik secara sadar maupun tidak, memperlakukan anak harus menjalankan semua perintah yang ia terima. Padahal, anak memiliki perasaan, keinginan, dan tindakan. Karena itu, cara berkomunikasi yang baik dengan anak harus selalu dijalin. Cara berkomunikasi yang baik tidak harus verbal, tapi bisa juga nonverbal.

Biasakan hal-hal berikut:

Selalu gunakan kata-kata positif yang membangun saat berkomunikasi dengan anak. Misalnya, “Mama yakin kamu pasti bisa lebih rajin”, bukan “Kamu malas sekali, sih!” Kata-kata positif juga harus disampaikan dengan intonasi dan bahasa tubuh yang tepat agar anak bisa menangkap bahwa hal tersebut positif.

Hargai dan puji setiap usaha anak. Cara ini efektif meningkatkan rasa percaya dirinya. Tunjukkan rasa kasih sayang lewat tindakan Anda. Misalnya, mengelus, mendekap, atau menatap anak saat berbicara. Kompaklah dengan suami dalam memperlakukan anak. Jangan sampai Anda melarang anak melakukan sesuatu, tapi sang suami malah memperbolehkannya.

Jangan gengsi mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anak Jadilah contoh yang baik untuk anak. Misalnya, jika kita membatasi anak menonton TV, maka kita harus melakukan hal yang sama

Hindari:

Menyusun kalimat afirmatif yang mengandung kata ‘tidak’, ‘jangan’, ‘tanpa’, dan kata negasi lainnya. Sebab, alam bawah sadar hanya dapat memahami kata-kata dasar. Jika Anda mengatakan “Jangan nakal, ya!”, alam bawah sadar hanya akan merekam kata ‘nakal’. Karena itu, ubahlah menjadi kalimat yang lebih positif seperti “Adik jadi anak baik, ya.”

Membiarkan anak tertidur di depan TV atau media audio/visual lain dalam kondisi menyala, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Saat mengantuk, anak memasuki gelombang alpha dan saat terlelap gelombang otaknya berada di kondisi theta. Pada kedua kondisi ini, informasi dari luar dapat terprogram dalam alam bawah sadar anak, seperti pada hypnoparenting

Bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak. Hal ini bisa tertanam di alam bawah sadar anak dan bisa berdampak buruk pada kesehatannya. Melakukan kekerasan terhadap anak. Hal ini juga akan dengan mudah terekam di alam bawah sadarnya.

 Manfaat cara berkomunikasi yang baik dengan anak:

Membantu orang tua lebih memahami kepribadian anak

Meningkatkan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ) anak

Meningkatkan kualitas komunikasi verbal dan nonverbal antara anak dan orang tua

Membimbing orang tua lebih bijaksana dan peka dalam mendidik anak

Mengarahkan orang tua agar selalu menjadi pribadi positif

About Author

Related posts

Tips Menghadapi Anak yang Suka Pura-pura Sakit

Di balik kepolosan dan keluguannya, anak punya cara-cara kreatif yang seringkali tak terbayangkan oleh orangtua. Ada sisi kreatif yang positif, tetapi juga ada sisi kreatif yang negatif. Salah satunya adalah kecerdikan anak untuk menghindar dari kegiatan yang tak disukainya dengan berpura-pura sakit. Problem ini bukanlah hal yang baru. Trik...

Read More

Si Adik dan Si Kakak Sering Bertengkar?

Meski namanya saudara, anak-anak cenderung memiliki rasa bersaing yang memicu pertengkaran. Pertengkaran antara si Adik dan si Kakak terkadang dipicu oleh hal sepele, seperti berebut mainan, makanan, saling meledek, berebut perhatian orangtua, atau sekedar berselisih paham. Jika pertengkaran itu tidak terjadi setiap hari, maka hal tersebut bukanlah masalah. Anggap...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: