Manfaat Membiarkan Anak Bermain Sendirian

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya. Apa saja manfaat anak main sendiri? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Saat anak bermain sendiri, mereka mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan penting untuk proses tumbuh kembangnya. Berikut beberapa manfaat anak main sendiri seperti dilansir dari Very Well Family.

1. Menumbuhkan sikap mandiri

Anak-anak yang bermain sendiri mengharuskan mereka untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Misalnya, memasang pakaian pada boneka, mengurutkan puzzle, dan lain sebagainya.

Kemandirian mengajari anak bahwa orangtua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat sehingga anak mau tak mau harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.

Selain mandiri, anak yang terbiasa bermain sendirian cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi karena puas dengan hasil kerja kerasnya.

2. Meningkatkan imajinasi

Anak-anak memang memiliki imajinasi yang cukup tinggi. Namun, imajinasinya belum terasah atau terealisasikan dengan baik. Membiarkan anak main sendiri memungkinkan ia untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata. Tentu ini akan membantu Anda untuk meningkatkan kreativitas anak.

Misalnya, saat anak bermain boneka. Ia mungkin akan berperan sebagai teman, ibu, atau orang terdekat dari sang boneka. Bahkan, anak-anak sering memerankan profesi orangtua, seperti polisi, dokter, atau guru. Lambat laun, hal-hal sederhana seperti ini akan membantu dirinya mengenali diri sendiri, bakat, hingga kesukaan dan mimpi-mimpinya yang mungkin bertahan hingga dewasa nanti.

3. Belajar untuk memecahkan masalah

Saat ditinggal bermain sendiri, anak akan cenderung berusaha untuk memecahkan masalah. Misalnya, saat anak bermain puzzle. Permainan ini merangsang anak untuk berpikir, memecahan masalah, dan melakukan tindakan supaya puzzle tersebut tersusun lengkap.

Meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah membantu anak untuk mengendalikan diri dan emosi. Anak akan terbiasa untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu atau tidak ceroboh.

4. Memberikan ketenangan

Membiarkan anak bermain di luar rumah bisa meningkatkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan anak seusianya. Sementara, membiarkan anak bermain sendiri di rumah memberikan waktu pada anak untuk mengenal dirinya lebih baik serta memberikan ketenangan bagi anak dengan mainannya.

Apa yang harus Anda lakukan jika anak bermain sendiri di rumah?

Sementara anak main sendiri, Anda tentu bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat atau mengerjakan hal lainnya.

Meski begitu, bukan berarti Anda jadi cuek lepas tangan begitu saja, ya! Sesekali tengok kondisi anak yang sedang bermain sendirian atau awasi dari jarak yang cukup jauh namun memungkinkan Anda untuk tetap sigap menghampirinya ketika dibutuhkan.

Sebelum membiarkan anak bermain sendiri, Anda juga harus lebih dulu menjelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan olehnya. Misalnya, tidak melempar-lempar mainan atau menggunakan perabotan di dalam rumah yang tajam atau mudah rusak sebagai mainan.

Beri tahu jika anak mengalami kesulitan, anak harus segera memanggil Anda. Kemudian, beri tahu juga pada anak untuk membereskan mainannya sendiri.

Jika anak berhasil main sendiri tanpa menimbulkan masalah, pencapaiannya dalam menyelesaikan permainan, sekaligus merapikan kembali mainannya, berilah anak pujian. Memuji kesuksesan memberi sensasi kepuasaan anak terhadap usahanya sendiri sehingga termotivasi untuk selalu menjadi lebih baik.

About Author

Related posts

5 Penyebab Karies Gigi pada Anak

Kesehatan gigi pada anak termasuk salah satu yang sering dijaga dengan baik. Tak jarang orangtua selalu mengingatkan anaknya untuk selalu membersihkan gigi karena kesehatan gigi dan mulut begitu penting. Karies gigi menjadi permasalahan yang mudah dialami oleh anak kecil karena telah lalai menjaga kebersihan gigi. Karies gigi adalah salah...

Read More

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, umumnya anak telah memiliki satu set gigi susu yang lengkap. Yang terakhir muncul biasanya adalah gigi geraham yang tumbuh antara usia 23 hingga 33 bulan. Gigi susu ini tidak akan tanggal hingga minimal usia 5 tahun sampai nantinya anak berusia 7 tahun. Untuk itu, sangat...

Read More

Si Kecil Juga Butuh Me Time

Menjadi orangtua, pastinya akan membuat Mama ingin selalu berdekatan dengan anak, bukan? Tak hanya selalu ingin dekat dengannya, Mama juga ingin selalu ada bersamanya saat senang maupun susah. Tidak apa kok Ma, memang seperti itulah naluri seorang Mama pada anaknya. Namun jangan terlalu sering bersikap demikian pada si Kecil...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: