Pernahkah kita mendengar anak merengek meminta jajan atau dibelikan sesuatu? Sebagai orang tua pastilah sudah pernah menyaksikannya dan bahkan mungkin sering. Yang membedakan, setiap orang tua mempunyai sikap tersendiri dalam menghadapi hal semacam ini.

Terkadang hal tersebut membuat orangtua tidak tega melihatnya. Sampai-sampai mereka rela memberikan segala sesuatu yang anak tercintanya inginkan.

Orang tua seperti itu beranggapan bahwa sikap anaknya hanya berlangsung ketika anak masih kecil, sehingga mereka memberikan segala sesuatu yang anak inginkan. Padahal apabila diteruskan maka anak tersebut akan mempunyai perilaku konsumtif. Karena semua keinginannya dapat dengan muda terpenuhi.

Berikut adalah cara yang bisa dilakukan orang tua agar mengurangi risiko konsumtif pada anak agar bisa menghematkan uangnya.

Pertama, berikan batasan pemakaian uang. Jika kita hendak memberikan uang kepada anak, perintahkan agar menggunakannya dalam beberapa kebutuhan. Sebagai contoh, seorang anak diberi uang saku sebesar Rp 10 ribu untuk keperluan selama empat hari. Dengan begitu anak tersebut akan berpikir untuk menghematkan uangnya agar bisa sampai empat hari.

Kedua, ajarkan anak menabung. Setelah anak diajarkan untuk menghemat uangnya, kini giliran mengajarkan cara menabung. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan cara menyisihkan uang sakunya untuk menabung.

Agar anak rajin dalam menabung, cobalah memberinya celengan yang unik atau yang sesuai dengan keinginan dan kesukaannya. Adapun cara yang lain adalah dengan memberinya reward ketika si anak rajin membantu orang tua, dengan syarat uang tersebut dimasukkan ke dalam celengan.

Sebagai contoh, si Fulan rajin menyapu halaman rumah. Setiap kali menyapu ia diberi uang sebesar Rp 2 ribu. Uang tersebut kata ibunya harus dimasukkan ke celengan. Maka si Fulan menuruti perintah ibunya. Jika yang terjadi demikian maka anak akan semakin rajin membantu orang tua.

Ketiga, memberikan pengertian tentang kerja keras orang tua dalam mencari nafkah. Dengan cara seperti ini diharapkan anak menjadi luluh, tidak lagi merengek meminta ini itu sesuai dengan keinginannya. Mereka menjadi tahu akan perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Agar anak lebih paham dalam hal ini, maka carilah waktusenggang agar anak tersebut mampu menerimanya. Sampaikan dengan pelan agar anak mengerti bahwa uang yang kita punya tidak didapatkan begitu saja.

Keempat, ajarkan untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Ketika anak sudah mengerti tentang batasan-batasan pemakaian uangnya, sudah giat dalam menabung dan mengerti tentang perjuangan orang tua dalam memberinya nafkah,  kini giliran mengajarkan mana yang menjadi keinginan dan mana yang menjadi kebutuhan.

Salah satunya dengan mengajarkan anak agar membuat daftar kebutuhan yang harus terpenuhi. Ketika membuat daftar kebutuhan, cenderung anak tersebut menulis sesuai keinginannya. Maka dampingilah dalam mengurut daftar kebutuhan paling mendesak yang harus dibeli. Dengan cara seperti ini maka anak menjadi mengerti akan kebutuhan dan keinginan.

About Author

Related posts

Kebiasaan Sehat yang Harus Diajarkan pada Anak

Setiap orangtua pasti ingin selalu melihat anaknya sehat dan terhindar dari penyakit. Meskipun banyak virus dan bakteri yang dengan mudah menyebar lewat udara, tapi beberapa kebiasaan ini mungkin dapat mengurangi kemungkinan si Kecil terkena penyakit, terutama penyakit yang umum terjadi apabila tidak memerhatikan kebersihan seperti diare atau sakit gigi....

Read More

5 Aktivitas Seru Tanpa Gadget

Jujur, siapa di sini yang mengandalkan gadget sebagai hiburan utama anak di rumah? Kalau iya, Mama nggak sendiri kok. Banyak orangtua yang juga melakukan hal serupa. Masalahnya, seperti kita tahu, bermain gagdet seharian bukan hal positif. Sekalipun anak bisa mempelajari sesuatu bermanfaat dari gadget, tetap perlu batasan waktu yang...

Read More

Cara Efektif Supaya Anak Sukses di Sekolah (2)

6. Ajarkan kemampuan belajar Bersiap-siap untuk ujian dapat menjadi hal yang menakutkan untuk anak kecil dan banyak guru berasumsi bahwa orangtua akan membantu belajar untuk menghadapi ujian. Mengenalkan anak Anda kepada cara belajar yang baik sejak dini akan menghasilkan kebiasaan belajar yang bagus di kehidupannya di masa depan. Di...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: