Manfaat Mengajarkan Kompetisi Sejak Dini

Anak adalah lembar kertas putih kosong. Ia akan menjadi seperti apa yang ia lihat dan dengar. Ia akan tumbuh seperti lingkungan yang membentuknya. Maka, mengajarkan sesuatu perlu dimulai sejak dini termasuk tentang makna kompetisi. Bahwa dalam kompetisi ada yang menang juga ada yang kalah.

Setiap orang tua tentu bangga jika melihat anaknya memanangkan kompetisi. Sesederhana lomba mewarnai yang diadakan sekolah. Semua orang tua pasti bangga atas pencapaian yang diraih oleh anaknya. Lalu bagaimana jika anak harus menerima kekalahan? Tetap membesarkan hatinya atau mengajarkan bahwa dalam satu kompetisi selalu ada yang akan menjadi pemenangnya. Dan tentu saja akan ada pihak yang kalah.

Mengajarkan kompetisi sejak dini penting. Menjelaskan pada anak jika konsekuensi dari kompetisi adalah ada yang menang dan kalah. Memberikan penjelasan jika dalam kompetisi, menang dan kalah adalah hal yang biasa. Hal ini perlu ditanamkan sejak dini, agar anak terbiasa dengan konsep ini.

Tidak hanya itu, anak juga perlu dijelaskan keberhasilan dan kegagalan dalam kompetisi adalah murni dari usahanya sendiri. Hal ini penting agar anak tidak mencari pembenaran saat ia mengalami kekalahan, dengan menyalahkan pihak eksternal atas kegagalan yang ia alami.

Setiap Kompetisi ada Konsekuensi

Dalam kompetisi kalah dan menang adalah hal yang biasa. Maka tugas orang tua adalah memberi pemahaman bagaimana bersikap baik saat menerima kemanangan atau kekalahan dalam kompetisi.

Jika anak menang, berikan apresiasi yang cukup. Dan yang tidak kalah penting, berikan pemahaman dalam mendapatkan kemenangan ada proses untuk mencapai prestasi tersebut. Dengan demikian anak akan belajar menghargai proses. berikan pujian yang secukupnya agar anak tidak tinggi hati.

Saat anak kalah, biarkan dia mengekspresikan kecewanya. Namun yang perlu diingat biarkan semuanya asal masih dalam batas wajar. Setelah anak tenang, ajak diskusi, evaluasi apa yang perlu diperbaiki dari dirinya. Dan tanamkan sejak dini untuk memberikan apresiasi pada pemenang. Hal ini membantu anak untuk bersikap sportif.

Pendidikan mental memang perlu dipupuk sejak dini. Dan yang tidak kalah penting, kompetisi adalah hal yang wajar dan jangan jadikan kompetisi untuk memenuhi ambisi orang tua. Selamat hari ini.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: