Rutinitas Kebersihan Diri Yang Perlu Diajarkan pada Anak Jelang Remaja

Rutinitas Kebersihan Diri Yang Perlu Diajarkan pada Anak Jelang Remaja

Memasuki usia jelang remaja, anak mengalami berbagai perubahan dalam dirinya. Yang terlihat jelas adalah perubahan secara hormonal dan fisik, misalnya mulai muncul jerawat atau pun bau badan yang lebih menyengat.

Perubahan fisik ini umumnya terjadi bahkan lebih dini, sekitar usia tujuh atau delapan tahun. Untuk itulah, anak perlu diajarkan pentingnya tanggung jawab menjaga kebersihan diri sendiri demi kesehatan, kenyamanan dan kepercayaan dirinya.

Lalu, apa sajakah yang perlu diajarkan pada anak? Berikut 4 hal penting yang harus diajarkan pada anak jelang remaja tentang perawatan dan kebersihan diri mendasar:

  • Menggunakan deodorant

Jelang remaja, produksi kelenjar keringat semakin meningkat. Bukan hanya basah, tetapi juga menimbulkan bau badan tak sedap. Deodoran dapat menyamarkan bau badan menyengat dan membuat anak merasa lebih segar sepanjang hari.

Pilih deodoran yang mengandung bahan alami dan ajarkan anak menggunakannya, sedikitnya dua-tiga kali seminggu.

  • Menghadapi jerawat pertama

Dilansir dari parents.com, ahli dermatologis menemukan bibit jerawat pertama pada anak usia tujuh atau delapan tahun dalam wujud komedo di dahi, hidung dan pipi. Masalah ini dapat diatasi dengan produk yang mengandung benzoyl peroxide yang dipercaya lebih ampuh mengatasi ketimbang salicylic acid.

Mungkin anak Mama akan merasa malu saat jerawat menghiasi wajahnya. Yakinkan ia bahwa hal ini adalah hal yang wajar dan dialami oleh semua orang yang sedang bertumbuh. Untuk meminimalisir munculnya jerawat di kemudian hari, ajarkan anak membersihkan wajah secara rutin dua kali sehari dengan facial wash lembut. Tak perlu menggosok wajah dengan keras karena yang terpenting adalah menghilangkan minyak dan kotoran pada wajah penyebab jerawat.

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Meski telah menjalani perawatan rutin ke dokter gigi, anak tetap saja berisiko mengalami karang gigi dan bau mulut tak sedap jika tidak menerapkan rutinitas menyikat gigi dan mengurangi makan makanan manis. Apalagi jika anak hanya menyikat gigi sekenanya dan tidak memastikannya benar-benar bersih.

Ajarkan pada anak bahwa menyikat gigi bukan hanya berfokus pada gigi saja, melainkan seluruh bagian mulut. Mulai dari gusi hingga lidah, di mana plak dan bakteri bertumbuh subur di sana. Anak juga perlu diajarkan kebiasaan berkumur selepas makan makanan tinggi gula.

  • Mencegah rambut berminyak

Menjelang masa puber, produksi kelenjar minyak dalam tubuh sangat meningkat. Termasuk yang ada di kulit kepala. Jadi, jangan heran jika rambut anak tampak berminyak dan lepek. Untuk itu, ajarkan anak cara mencuci rambut yang benar hingga residu shampoo dan kondisioner tidak tertinggal dan mengendap di kulit kepala. Residu inilah yang semakin memperburuk kondisi rambut berminyak.

Jika Mama belum yakin anak bisa keramas sendiri dengan benar, bimbinglah ia dengan mengawalinya lewat takaran penggunaan shampoo yang tepat agar anak tidak kerepotan membilas busanya nanti. Pilih shampoo sekaligus kondisioner 2-in-1 yang lebih mudah dibilas. Ajarkan anak merawat kebersihan rambutnya dengan keramas minimal dua kali seminggu atau lebih saat aktivitasnya meningkat.

Itu dia empat hal yang perlu diajarkan pada anak jelang remaja soal kebersihan diri. Dengan memupuk kebiasaan membersihkan diri sejak diri, niscaya anak Mama akan terhindar dari segala penyakit dan bakteri, serta lebih percaya diri terhadap tubuhnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.