Tips Hadapi Anak Lain Yang Berprilaku kasar

Anak Mama tentu pernah bermain bersama temannya, entah itu di sekolah, taman, atau mal. Jika anak melakukan kesalahan misalnya berkata kasar atau berkelahi dengan anak lain, sebagai orangtua, Mama tentu akan langsung mendisiplinkannya. Namun bagaimana jika anak orang lain yang berperilaku kasar atau buruk? Apa yang harus Mama lakukan ketika orangtua dari anak tersebut tidak melakukan tindakan apa-apa?

Tentu tidak mudah untuk mendisiplinkan anak orang lain. Bisa jadi orangtua si anak tersebut malah akan merasa tersinggung. Ini adalah situasi yang rumit. Ini beberapa langkah yang dapat Mama lakukan bila berada dalam situasi ini.

  1. Jaga emosi

Jangan mudah terpancing emosi bila ada anak lain yang bersikap kasar. Selalu ada cara baik dan sopan untuk berurusan dengan perilaku kasar. Menjaga emosi juga dapat mencegah terjadinya sikap defensif dari orangtua anak tersebut. Mereka mungkin akan bersikap demikian karena merasa  dipertanyakan mengenai cara mengasuh anak yang benar.

Jadi, alih-alih mengambil tindakan secara emosional, mundurlah. Bersabar dan awasi terus anak mama. 

  • Berhitung satu sampai lima dengan perlahan

Tujuannya adalah agar Mama meluangkan waktu untuk menilai situasi sebelum mengambil tindakan. Jika ada yang bertindak kasar terhadap anak Mama, amati dulu bagaimana reaksinya. Apakah ia terlihat sakit hati dan membalas? Apakah anak membutuhkan campur tangan Mama? Pada beberapa kasus anak lebih baik dibiarkan sendirian saat berhadapan dengan perilaku buruk atau kasar.

  • Bereaksi saat diperlukan

Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada Mama atau anak mama, apakah itu anak-anak atau orang dewasa, Mama perlu membuat orang tersebut sadar kalau hal tersebut menyakitkan.

Jika itu adalah anak-anak, dia mungkin tidak menyadari bahwa hal tersebut salah. Dan membalas dengan tindakan serupa malah tidak akan membawa kebaikan. 

Jadi cara terbaik untuk menangani komentar yang kasar adalah menyatakan keberatan. Bila Mama terpaksa harus mengoreksi perilaku tersebut, jangan lakukan di depan anak lain. Ajak anak tersebut ke pinggir dan beri penjelasan mengapa perilakunya tidak benar.

  • Jauhkan anak Mama dari anak yang berperilaku kasar

Jika Mama atau anak tidak menerima perilaku kasar tersebut, hal yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari anak tersebut. Namun penting juga untuk memberitahu kepada anak Mama bahwa perilaku kasar tersebut tidak dapat diterima.

  • Libatkan orangtua anak yang berperilaku kasar

Selalu bijaksana untuk membiarkan orangtua yang bersangkutan mendisiplinkan anak itu. Jika orangtuanya tidak ada di dekat Mama saat kejadian. Mama bisa memberitahukannya. Beberapa orangtua mungkin akan langsung mengoreksi anaknya, namun bersiap juga bila orangtua tersebut bersikap defensif.

Bila Mama menghadapi perilaku defensif, jangan diambil hati ya, Ma. Orangtua tersebut mungkin mengetahui bahwa Mama benar namun tidak mau mengakui kesalahan anaknya.

  • Tetap bersikap sopan

Usahakan tetap bersikap sopan saat berbicara dengan anak yang bermasalah atau dengan orangtuanya. Gunakan kata-kata seperti ‘tolong’ untuk menunjukkan dengan sopan bahwa apa yang dikatakan anak itu tidak pantas dan tidak boleh diulang.

Pastikan untuk tidak mempermalukan siapa pun, baik anak atau orangtuanya. Tetap menjaga kata-kata, nada suara, dan sikap mama. Dalam situasi seperti ini emosi sangat mudah terpancing.

  • Fokus pada perilaku buruk

Jangan katakan “kamu adalah anak nakal” sebagai respon terhadap kata-kata kasar. Sebutkan dengan jelas perilaku anak yang mengganggu Mama. Mama juga dapat mencoba untuk mengalihkan perilaku kasar tersebut dengan hal lain, misalnya memintanya untuk bermain yang lain

Selalu fokus pada perilaku buruk dan jangan pernah menghina anak atau orangtuanya. Pada akhirnya, ingatlah untuk tidak menghakimi anak atau orangtuanya. Seperti halnya orang dewasa dapat mengalami hari yang baik atau hari yang buruk, demikian pula seorang anak.

About Author

Related posts

Tips Menghadapi Anak yang Suka Pura-pura Sakit

Di balik kepolosan dan keluguannya, anak punya cara-cara kreatif yang seringkali tak terbayangkan oleh orangtua. Ada sisi kreatif yang positif, tetapi juga ada sisi kreatif yang negatif. Salah satunya adalah kecerdikan anak untuk menghindar dari kegiatan yang tak disukainya dengan berpura-pura sakit. Problem ini bukanlah hal yang baru. Trik...

Read More

Si Adik dan Si Kakak Sering Bertengkar?

Meski namanya saudara, anak-anak cenderung memiliki rasa bersaing yang memicu pertengkaran. Pertengkaran antara si Adik dan si Kakak terkadang dipicu oleh hal sepele, seperti berebut mainan, makanan, saling meledek, berebut perhatian orangtua, atau sekedar berselisih paham. Jika pertengkaran itu tidak terjadi setiap hari, maka hal tersebut bukanlah masalah. Anggap...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: