Anak Tak Mau Dengar Perkataan Orangtua?

Kadang-kadang sangat sulit untuk berbicara dan membuat anak benar-benar mendengarkan apa yang orangtua katakan. Apalagi untuk anak balita, pada umumnya usia mereka masih memiliki sifat egois dan hanya merespon hanya untuk hal-hal yang menguntungkan dirinya saja.

Jika si Kecil tidak mau mendengarkan Mama, maka jangan langsung memarahinya. Sebab menolak, melawan dan menentang adalah sifat alami manusia. A-anak akan belajar dengan siapa mereka berinteraksi. Oleh karenanya sangat penting untuk memastikan bahwa orangtua harus berbicara positif kepada sang buah hatinya.

Berikut ini ada 5 cara tepat agar anak mau mendengarkan perkataan orangtua:

  1. Cari tahu penyebabnya dan pahami kondisi anak

Menjadi orangtua memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Apa pun yang Mama lakukan akan membentuk kepribadian dan pola pikir anak.

Berarti orangtua harus lebih peka dan hati-hati, yaitu apakah anak sedang lelah, marah, kecewa, cemas atau mengkhawatirkan sesuatu. Coba perhatikan ekspresi wajahnya. Saat ia tak bisa mendengarkan apa yang Mama katakan, sebisa mungkin jangan langsung menghakiminya.

Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mencari tahu apa penyebab anak bersikap demikian. Ajaklah si Kecil berdiskusi dan tanyakan secara baik-baik sambil menatap matanya apa yang membuat ia malas mendengarkan Mama.

Cara tersebut sangat membantunya untuk mendengarkan dan memahami perasaan sang anak.

  • Dengarkan keinginan anak dengan penuh perhatian

Agar anak mau mendengarkan perkataan orangtua, sebaiknya berbicara secara efektif sambil duduk di kursi. Cara paling penting sewaktu berbicara ialah dengan mendengarkan apa keinginannya.

Ketika sang anak merasa orangtua mendengarkan dirinya dengan penuh perhatian, maka mereka akan merasa lebih dihargai dan dipercaya. Biasanya perkataan orangtua akan lebih mudah didengarkan saat orangtua mengerti apa yang ada di pikiran anak.

Mendengarkan anak juga bisa mengurangi tantrum, yaitu suatu kondisi dimana si Kecil meluapkan emosinya secara berlebihan karena rasa tidak puas akan keinginannya yang tidak terpenuhi.

  • Berikan instruksi yang baik dengan suara pelan

Tahukah, Ma? Bahwa anak yang terbiasa diberitahu dengan nada keras cenderung akan mengabaikan perkataan orangtua. Akibatnya Mama harus selalu menarik urat dulu jika ingin memberitahu sesuatu.

Oleh karenanya, ubah kebiasaan ini secara perlahan. Bicaralah dengan suara dan nada yang sedikit pelan tapi tetap tegas saat memberitahu si Kecil.

Jadilah teladan yang baik bagi anak. Ketika mereka sedang tidak merespon ucapan Mama, sebaiknya ajak sang buah hati untuk duduk bersama membicarakan duduk permasalahannya dan memberikan instruksi yang baik.

Lama-lama anak akan belajar bagaimana caranya bersikap ketika orang lain menasihati atau memberitahu sesuatu kepadanya.

  • Tidak membentak anak dan bangunlah suasana yang hangat

Hilangnya kesabaran dan membentak anak adalah cara yang salah, itulah kenapa mereka semakin membangkang dan enggan mendengarkan ucapan Mama.

Ya, sebenarnya membentak malah akan membuat anak diselimuti rasa takut dan sakit hati. Tapi mungkin sulit rasanya bagi orangtua untuk tidak meninggikan suara ketika mendisplinkan anaknya. Padahal pada usianya yang masih kecil belum begitu mengerti.

Selain itu mereka juga punya kendali atas dirinya sendiri, termasuk memilih untuk mendengarkan atau tidak.

Oleh karenanya, usahakan untuk tidak langsung memarahinya dan hindari menegur dengan cara kasar. Tapi bangunlah suasana yang hangat, beritahu si Kecil bahwa ketika orangtua berbicara ia perlu mendengarkan tanpa harus membantah.

  • Kasih kesempatan anak untuk berubah menjadi lebih baik

Beberapa anak ada yang cenderung cuek ketika dinasihati atau diajak berbicara orangtuanya. Tentu menjengkelkan bukan?

Padahal sebagai orangtua ingin sang anak menurut dan selalu mendengarkan pada apa yang dikatakan maupun dinasihati. Tapi nyatanya tidak selalu seperti yang diharapkan.

Sementara setiap orang punya kesempatan berubah menjadi baik, termasuk anak balita. Sebaiknya mulailah melakukan pendekatan. Kemudian beri mereka waktu dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Namun jangan terlalu berharap akan segera memperoleh hasil yang instan, karena proses untuk menjadi anak yang penurut dan mendengarkan perkataan orangtua itu membutuhkan sebuah waktu yang tidak sebentar.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: