Cara Asyik Mengenalkan Konsep Waktu Pada Anak

Sejak usia dini, anak perlu diajarkan tentang konsep mengenal waktu. Kenapa? Karena melalui konsep waktu, anak belajar tentang waktu yang berjalan terus dan tidak terulang, belajar mengatur prioritas serta mengajarkan tentang disiplin dan tanggung jawab.

Menurut Reni Kusumowardhani, M.Psi, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia, sejak bayi sebenarnya ibu sudah mengajarkan konsep waktu, yakni melatih bioritme bayi untuk tidur lebih panjang saat malam hari dan sebentar-sebentar saat siang hari.

Anak juga mulai belajar waktu melalui pembiasaan, bahwa pada jam tertentu yakni pagi dan sore anak dimandikan. Pada jam-jam tertentu juga ada makanan tambahan selain ASI. Semakin bertambah usia, anak mulai menyadari sebuah rutinitas, bahwa mandi dua kali sehari pada pagi dan sore, makan tiga kali sehari serta tidur tidak terlalu malam dan bangun pada pagi hari

Menurut Reni, ada tiga konsep waktu yang bisa dikenalkan pada anak, yaitu waktu yang lalu, sekarang dan yang akan datang. ”Jelaskan bahwa waktu yang lalu tidak bisa diulang kembali dan waktu sekarang dipengaruhi yang sudah lalu dan mempengaruhi yang akan datang,” jelas Reni.

Tiga konsep ini tidak secara otomatis dipahami oleh anak. Karena itu, ada tahapan mengajarkan konsep waktu pada anak yang menyesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak.

Tahap sensori-motor (usia 0-2 tahun), yakni mengajarkan konsep waktu melalui hal-hal yang bisa dilihat, didengar, diraba, dirasa, dibaui sebagai suatu pola yang bisa dipelajari.

Tahap pra operasional (2-7 tahun), anak diajarkan mengenai waktu melalui hal-hal yang bersifat konkrit. Di sini, pembiasaan terhadap pola-pola tertentu akan membangun persepsi hubungan antara waktu tertentu dengan kegiatan tertentu. Misalnya, kapan waktu mandi, kapan waktu makan, kapan wanit main dan kapan waktu tidur.

Tahap operasional konkrit (7-12 tahun). Pada tahap ini anak mulai dapat melakukan proses logika, mampu berpikir klasifikasi dan saatnya anak mulai secara bertahap diberi penjelasan logis mengenai pentingnya mengelola waktu yang erat kaitannya dengan disiplin.

Setelah usia 12 tahun, perkembangan kognitif anak sudah pada tahap operasional formal. Anak mampu berpikir abstrak dan lebih fleksibel dalam memandang persoalan dari berbagai sudut yang berbeda. Oleh karena itu, pada tahap ini anak sudah lebih daopat menerima penjelasan yang kompleks mengenai pentingnya pengelolan waktu, termasuk untung ruginya jika tidak mengelola waktu dengan baik.

About Author

Related posts

Perlukah Mengajarkan Anak Dua Bahasa?

Beberapa orang tua hanya mengajarkan satu bahasa pada anaknya sampai masa di mana para guru di prasekolah atau kelompok bermainlah yang melakukannya. Anak-anak yang dari awal hanya mengenal satu bahasa jadi kebingungan dan butuh waktu penyesuaian yang lama saat harus menggunakan bahasa lain selain yang biasa mereka gunakan di...

Read More

Anak Anda Mudah Akrab Dengan Orang Baru?

Atta, 2 tahun, mudah sekali akrab dengan orang-orang baru. Ia tidak ragu digendong oleh teman-teman ibunya. Ketika diajak ke taman, ia juga mudah akrab dengan anak-anak seusianya. Waktu itu, hari sedang hujan deras, ibunya tak bisa mengajak Atta pergi ke taman. Lalu, ia pun tampak kesal dan marah. Normalkah?...

Read More

Alasan Harus Mengikuti Kelas Parenting

Di sebagian besar waktu dalam hidup kita, kita tidak akan berani melakukan sesuatu yang besar atau penting tanpa persiapan. Kita akan meminta saran, belajar dan menemukan strategi untuk performa yang lebih baik, dan berlatih, berlatih, berlatih. Namun untuk beberapa alasan, kita sebagai orangtua sering merasa ragu untuk mengambil pendekatan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: