Gejala Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai

Campak atau yang juga dikenal dengan nama rubeola adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus dalam keluarga paramyxovirus dan biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau lewat udara. Campak merupakan salah satu penyakit endemik yang menyebabkan kematian terbanyak setiap tahunnya.

Virus campak menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Cara paling ampuh yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan pemberian imunisasi mumps–measles-rubella (MMR), alias imunisasi campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman).

Nah, agar tak salah kaprah soal campak, berikut rangkuman 10 gejalanya pada anak.

  1. Anak yang terkena campak akan mengalami demam

Gejala pertama yang akan dialami oleh anak yang terkena campak adalah demam. Tak tanggung-tanggung, anak yang terkena gejala campak suhu tubuhnya bisa mencapai 40ºC, atau bisa dikategorikan dengan demam. 

Pada anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang mematikan jika tidak ditangani dengan baik.

Oleh sebab itu, segera konsultasi ke dokter atau penyedia layanan kesehatan terdekat jika anak mengalami penyakit tersebut.

  • Lemas pada anak juga dapat menjadi pertanda campak

Selain demam, tubuh anak juga akan lemas dan tidak bergairah. Gejala awal penyakit campak sebenarnya sudah muncul 3-5 hari sebelum munculnya ruam.

Setelah itu, gejela campak akan hilang secara bertahap. Pada banyak kasus, penderita campak akan sembuh dalam waktu 7-10 hari.

  • Pegal linu di seluruh tubuh merupakan salah satu gejala campak

Efek lain dari tubuh yang lemas adalah pegal linu. Dengan begitu, anak pun akan merasa tubuhnya menjadi sangat tidak fit.

Jika sudah begini, sebaiknya cobalah untuk terus mengembalikan kondisi tubuh anak dengan cara menyuruhnya untuk lebih banyak beristirahat, mengonsumsi makanan yang sehat, dan juga vitamin penguat sistem imun.

  • Gejala campak lainnya adalah pilek dan hidung tersumbat

Pada dasarnya, gejala campak tidak khas dan mirip dengan gejala flu. Oleh karena itu, banyak orangtua yang akhirnya tak menyadari dan terlambat menangani penyakit yang satu ini pada anak.

  • Gejala campak juga diikuti dengan batuk kering

Selain pilek dan hidung tersumbat, gejala campak lainnya adalah batuk kering. Pada kondisi ini, tenggorokan anak terasa amat sakit karena batuk kering yang tak kunjung reda.

Untuk meringankan gejalanya, Mama bisa memberikan si Kecil ramuan jahe dan jeruk nipis yang dicampur dengan air hangat.

  • Diare menjadi salah satu gejala campak pada anak

Komplikasi lain yang mungkin terjadi saat anak terserang campak adalah diare. Pada dasarnya, diare yang terjadi pada anak saat terkena campak disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh anak.

Dengan daya tahan tubuh yang masih rendah, virus diare pun sangat mudah hidup diperutnya.

  • Muntah merupakan gejala yang akan anak rasakan saat terkena campak

Setelah diare, kebanyakan dari mereka akan mengalami muntah. Biasanya anak akan muntah usai perutnya terisi oleh makanan.

Meski begitu, namun gejala yang satu ini tidak selamanya terjadi, terkadang ada anak yang juga mengalami hal ini namun ada juga yang tidak sampai mengalami muntah hebat.

  • Hilang nafsu makan menjadi dampak yang akan anak rasakan saat terkena campak

Jika sudah mengalami diare dan muntah, biasanya anak akan kehilangan nafsu makannya. Jika sudah begini, sebaiknya Mama tidak memaksa anak untuk makan apa yang tersedia di rumah.

Lebih baik, tanyakan pada anak makanan apa yang ingin ia makan, dengan begitu diharapkan nafsu makannya pun dapat meningkat.

  • Mata merah, berair, sensitif terhadap cahaya dan kelopak mata membengkak merupakan gejala campak

Seseorang yang sedang sakit dapat terlihat jelas dari sorot matanya. Sama halnya dengan anak mama yang mengalami gejala campak.

Jika matanya memerah, berair, sensitif terhadap cahaya, dan kelopak matanya bengkak, maka bisa jadi ia sedang tidak dalam kondisi yang fit.

  1. Gejala campak yang terakhir adalah munculnya bercak putih di mulut dan bercak merah di wajah

Gejala umum yang terakhir adalah munculnya bercak putih di dalam mulut. Setelah gejala umum terakhir muncul, gejala spesifik campak pun kemudian akan menyusul. Campak ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang bermula di wajah dan leher, kemudian menyebar ke hampir seluruh tubuh.

Awalnya, ruam hanya berbentuk kecil, namun dapat menyatu dan membentuk ruam besar. Ruam campak bisa mirip dengan ruam pada penyakit rubella atau roseola. Ruam kulit berwarna kemerahan ini muncul 7-14 hari setelah paparan dan dapat bertahan selama 4-10 hari.

Nah, itulah 10 gejala umum yang anak rasakan ketika terkena campak. Jika sudah begini, sebaiknya perbanyaklah waktu istirahat anak, jangan lupa juga asupan makanan yang sehat dan kaya nutrisi.

Si Kecil yang terserang campak juga harus banyak mengonsumsi air putih dan tak takut mandi. Terakhir, konsumsilah obat pereda nyeri dari dokter untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit.

About Author

Related posts

Penyebab Masalah Kulit Kepala Anak

Gatal dan berketombe adalah masalah seputar kulit kepala yang seringkali dialami anak-anak. Terutama pada anak-anak yang tinggal di negara tropis yang udaranya panas dan lembap. Namun, masalah kulit kepala bukan sekadar gatal dan berketombe saja. Jika diamati lebih dekat, pada kulit kepala biasanya muncul semacam benjolan kecil kemerahan menyerupai...

Read More

Masalah Mental pada Anak yang Merasa Jelek

Mencemaskan penampilan fisik merupakan hal yang kerap kali dialami anak remaja. Dalam fase ini, mereka mulai memperhatikan penampilan tubuhnya, berharap dapat mengubah fitur tertentu, bergelut dengan jerawat yang tiba-tiba muncul membabibuta di seluruh wajah hingga membandingkan diri dengan artis atau sosok lain yang diidolakannya. Meskipun hal ini cukup wajar...

Read More

Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Si Kecil

Dalam mendidik si Kecil, setiap orangtua pasti punya metodenya masing-masing, termasuk Mama. Nggak diragukan lagi, hal ini dilakukan karena Mama ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Sayangnya, nggak banyak Mama yang sadar kalau ternyata ada beberapa hal yang dilakukan selama ini bisa berpotensi memberikan dampak buruk untuk perkembangan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: